Pidato Dalam Acara The Art Presentation and The Wedding

Intercontinental Hotel, 14 November 2009
Om Swastyastu,
Salam budaya dan selamat malam
Good Evening Distinguished Guests, Ladies and Gentlements,

Welcome and thank you for joining us tonight to celebrate the art presentation and the wedding.

Yang saya hormati, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Bapak Irman Gusman, beserta Ibu

Yang saya hormati, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Bapak Jero Wacik, beserta Ibu

Yang saya hormati, Gubernur Bali, Bapak Made Mangku Pastika beserta Ibu,

Yang saya hormati, Pangdam IX Udayana, Bapak Hotmangaraja Pandjaitan beserta Ibu

Yang kami muliakan, Para Konsul dan Perwakilan Negara Sahabat

Yang saya cintai dan banggakan Bapak Srihadi Soedarsono dan Ibu Farida Srihadi

Yang terhormat, Ibu Danti Rukmana

Dan ijinkanlah pula saya menyapa para undangan mancanegara,

Pada kesempatan penuh arti ini, saya juga ingi

Please allow me to express our warm welcome, to overseas guests:

Mr. Nahappan and Family, from Singapore

Mr. Mario Chierichini from Rome, Italy

dr. Jonathan Hartley and Naudau Hartley,

Mr and Mrs Gabriel, from Hongkong

Once again, thank you and truly a great honor for us to have all of you here in Bali, for joining this lovely moment.

Also, I would like to thanks Mr. Kamal Chaoui, GM InterContinental Bali Resort, with the whole team and the family

Yang saya banggakan pula, Editor Indonesian Tatler atas sinergi dan kerjasamanya

Para Maestro Seni, Bapak Gunarsa, Bapak Wianta serta para Seniman, Hadirin dan tamu undangan yang saya hormati pula.

n mengucapkan salam budaya dan selamat malam kepada: Yang saya cintai, Bapak Nyoman Rudana beserta Ibu.

Khususnya kepada mempelai berdua, adinda yang berbahagia, Kristina Rudana dan Wibowo Leksono

Atas nama keluarga, saya mengucapkan terimakasih atas perkenan hadirin untuk meluangkan waktu di tengah berbagai kesibukan masing-masing.

Di malam yang penuh cinta ini, kita akan bersama-sama memaknai suatu Pagelaran Seni Budaya di mana di dalamnya terangkai pula sebagai puncak acara yakni resepsi pernikahan dari adinda Kristina Rudana, yang dipersunting oleh Wibowo Leksono.

Hadirin yang berbahagia,

Rangkaian kegiatan ini bukan hanya menghadirkan suatu wedding ceremony atau suatu resepsi pernikahan saja, akan tetapi juga selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 13 hingga 15 November 2009, ditampilkan aneka peristiwa seni terpilih, dari mulai tarian-tarian klasik hingga modern, pameran seni rupa, performing art, pembacaan puisi, serta tidak ketinggalan pertunjukan musikal sehingga The Art Presentation and The Wedding ini dapat disebut sebagai Total Art Presentation.

Hadirin yang terhormat,

The Art Presentation and The Wedding ini adalah sebentuk dedikasi dan apresiasi saya guna menyongsong Visit Museum Year 2010 di mana kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan berbagai event seni budaya yang memikat serta penuh manfaat.

Saya pribadi merasa berbahagia memperoleh kesempatan untuk menggagas dan mewujudkan berbagai event seni budaya baru, sejalan dengan tugas saya sebagai salah satu Ketua Nasional dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI) yang tengah memperjuangkan Museum sebagai center of excellent, penghormatan untuk masa lalu, masa kini dan pengharapan masa depan.

In other word, many aspects of life….. divide
and of course art and culture ……unite.

Distinguished guest, ladies and gentlement,

To express my dedication of love to art & culture and of course to bride and groom, let me read one poem from Kahlil Gibran about the meaning of togetherness and love.

Apabila hatimu memanggilmu, ikuti, ikutilah, walau jalannya berliku.
Dan bila sayap lembutnya menerbangkanmu, pasrahlah, berserah dirilah.

Demikianlah, cerminan dua hati yang bertemu dan menyatu di Pulau Dewata ini. Ketulusan, Kebersamaan dan Kasih Sayang tersebut tercermin di dalam karya-karya maestro dan para seniman kita seperti Bapak Srihadi Soedarsono, Nyoman Gunarsa, Made Wianta, Nyoman Erawan, Wayan Darmika, Made Djirna, Ida Bagus Indra dan seniman-seniman besar Indonesia lainnya. Mereka mengharumkan nama bangsa dan negara, serta menggaungkan jiwa bangsa melalui maha karya seni yang diciptakan dengan getaran jiwa.

Di samping itu pula, malam ini kita telah menyaksikan Tari Joged dengan 6 penari, melambangkan Enam bentuk godaan kehidupan (Sad Ripu) yang harus kita lampaui.

Tari Puspa Mekar, oleh sembilan penari, yang mencerminkan delapan arah kehidupan dan satu pusat keharmonian, antara buana agung dan buana alit, antara pencipta dengan manusia, antara alam beserta isinya.

Kita juga akan menyaksikan sebuah tarian penuh makna cinta, yang juga terekspresikan dalam mahakarya seorang maestro, Srihadi Soedarsono, yaitu Tari Oleg Tamulilingan.

And it is reflected by a synergy that is formed by Museum Rudana, InterContinental Bali Resort, and Indonesia Tatler to always committed in supporting art and culture.

Pertemuan, perpaduan, dan sinergi seni budaya ini dapatlah kita maknai sebagai upaya mewujudkan keharmonian atau Mandara Giri.

Hadirin dan para undangan yang berbahagia,

Dengan demikian, acara ini dapat dimaknai sebagai Peristiwa dan Persembahan Seni-Budaya, yang terangkai dalam paduan kebersamaan, berlandaskan kearifan ajaran para leluhur, pada suatu filosofi suci Kitab Weda,

The problem of the world is the problem of man. What man is? What he is conscious of? The consciousness is confined by Knowledge and Experience. Whenever knowledge transcends the experience, it is resulting the inner conflict and the inner conflict reflected out. Now, how could we make the knowledge and experience to be in a state of equilibrium? It is truly Mahardika.

Or in one simple word, in one simple word, it is Love, only Love, and Love.

May God Bless Us All

Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *