Museum Harus Memiliki Daya Tarik di Mata Dunia

Seorang pelajar membaca sejarah  masa pergerakan nasional dalam meperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaa RI yang dipajang didalam ruangan Museum Aceh, Banda Aceh, Jumat (31/7). Museum berusia 100 tahun itu banyak dikunjungi pelajar dan pengajar untuk mengenal sejumlah pahlawan nasional dan arsip sejarah perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Ampelsa/ed/pd/15

Pameran bukan hanya sekadar menyajikan koleksi, tetapi lebih ke pendidikan untuk memperkuat kebanggaan nasional dalam rangka memperkokoh ketahanan budaya, serta memupuk rasa nasionalisme.

MajalahKartini.co.id – Kepala Museum Nasional Dra Intan Mardiana, M.Hum, menyatakan museum-museum yang ada di Indonesia harus memiliki daya tarik dan daya tawar untuk bisa bersaing di Asia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).Sebanyak 412 museum yang tersebar di Indonesia, harus memiliki kemampuan untuk bersaing.

“Mau tidak mau kita akan berhadapan dan bersaing dengan museum-museum dari negara tetangga, untuk itu museum di Indonesia harus mempersiapkan daya tarik untuk bisa bersaing,” katanya saat pembukaan acara pameran ragam pesona kain tradisional nusantara yang diadakan di Museum Adityawarman Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (5/8).

Ia mengatakan, pameran merupakan tugas utama termasuk pameran ragam pesona kain tradisional nusantara yang saat ini diadakan oleh Museum Adityawarman Sumbar.

Pameran yang bertajuk “Kain Tradisional Primadona Nusantara Yang Elok Bagus di Tengah Modernisasi” ini, katanya, hendaknya bisa mengembangkan museum menuju era MEA tersebut. “Melalui pameran nasional ragam pesona kain tradisional nusantara seperti ini, bisa menyatukan keberagaman budaya dan masyarakat dalam satu kesatuan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, perlu untuk menciptakan pameran museum yang memiliki banyak dampak baik, seperti peningkatan ilmu pengetahuan, penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Tugas museum untuk melestarikan dan menginformasikan budaya memang cukup berat,” ujarnya.

Untuk itu, katanya, di masa depan masih harus banyak membenahi museum dalam bidang manajemen maupun sumber daya manusia (SDM). Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana mengatakan bahwa setiap tahun museum Indonesia selalu menyelenggarakan acara pameran yang dilakukan secara bergilir.

“Ini merupakan sebuah kebersamaan untuk menjalin kenusantaraan kita dalam rangka memuliakan warisan budaya bangsa,” katanya. (ANT/Foto: ANT FOTO/Ampelsa)

Sumber : MAJALAH KARTINI, 6 Agustus 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *